Kelahiran Yesus yang konon akan menjadi 'Raja Israel' membawa
kegoncangan bahkan ancaman terhadap kekuasaan Herodes Agung. Kemarahan
Herodes semakin menjadi-jadi karena Tiga Raja dari Timur, yang disuruh
kembali ke Yerusalem untuk memberitahukan kepadanya tempat kelahiran
bayi Yesus, pulang ke negerinya masing-masing melalui jalan lain. Ia
segera memerintahkan agar bayi Yesus dibunuh dan semua bayi yang ada di
Betlehem. Tanpa mempedulikan ratap tangis ibu-ibu, disuruhnya membunuh
semua kanak-kanak di daerah Betlehem. Maksudnya gagal karena Kanak-kanak
Yesus sudah dibawa lari orangtua-Nya ke Mesir.
Herodes memang dikenal sebagai penguasa yang berhasil membangun
Yerusalem dengan berbagai monumen, namun ia sebenarnya adalah boneka
mainan kaisar Romawi. Namanya sendiri busuk karena ke bengisan dan
kebejatan hidupnya. Ia membunuh banyak orang termasuk tiga orang
puteranya sendiri. Isterinya ada 10 orang. Dengan melihat pada
kepribadiannya yang bejat ini, kita dapat memahami tindakannya.
Pada hari ini Gereja bukan saja menghormati kanak-kanak itu sebagai
martir-martir Kristus, melainkan juga terutama menekankan nilai kesucian
hidup dan kemurnian hati sebagai suatu cita-cita iman semua orang
Kristen. Pesta hari ini menghimbau semua orang Katolik untuk terus
berjuang mewujudkan kesucian dan kemurnian hidup sebagai saksi-saksi
Kristus, meskipun kerap harus mengorbankan nyawa, menumpahkan darah
karena cinta kasih kepada Allah dan sesama. Di dalam diri kanak-kanak
Suci dan tak bersalah itu dapat dibaca cita-cita Kristen pada masa
Gereja perdana. Marilah kita meneladani pula cita-cita iman yang luhur
itu agar kita pun suci dari semua yang menentang kehendak Tuhan serta
menghadapi Bapa kita di surga dalam keadaan yang
se-sempurna-sempurnanya.
www.imankatolik.or.id
0 komentar:
Posting Komentar