Pesan Bunda Maria dalam penampakan kepada anak-anak di Fatima
Rosario
berarti "Mahkota Mawar". Bunda Maria menyatakan kepada beberapa orang
bahwa setiap kali mereka mendaraskan satu Salam Maria, mereka memberinya
sekuntum mawar yang indah dan setiap mendaraskan Rosario secara lengkap
mereka memberinya sebuah mahkota mawar. Mawar adalah ratu semua bunga,
jadi Rosario adalah ratu dari semua devosi, oleh karenanya rosario
adalah devosi yang paling penting. Rosario dianggap sebagai doa yang
sempurna karena di dalamnya terkandung warta keselamatan yang
mengagumkan.
Sesungguhnya,
dengan Rosario kita merenungkan peristiwa-peristiwa gembira, sedih dan
mulia dalam kehidupan Yesus dan Maria. Rosario adalah doa yang
sederhana, sangat sederhana seperti Maria. Rosario adalah doa yang dapat
kita doakan bersama dengan Bunda Maria, Bunda Tuhan. Dengan Salam Maria
kita memohon Bunda Maria untuk mendoakan kita. Bunda Maria senantiasa
mengabulkan permohonan kita. Ia menyatukan doanya dengan doa kita. Oleh
karena itu, rosario menjadi doa yang ampuh sebab apa yang Bunda Maria minta, ia pasti menerimanya. Yesus tidak pernah menolak apa pun yang diminta BundaNya.
Di
setiap penampakan, Bunda Surgawi meminta kita untuk mendaraskan Rosario
sebagai senjata ampuh melawan kejahatan, dan sarana pembawa damai
sejahtera. Dengan doamu digabungkan dengan doa Bunda Surgawi, kamu dapat
memperoleh rahmat yang besar untuk menghasilkan pertobatan. Setiap
hari, melalui doa, kamu dapat mengusir dari dirimu sendiri dan dari
tanah airmu banyak bahaya dan kejahatan. Tampaknya, Rosario hanyalah doa
yang diulang-ulang, tetapi sesungguhnya Rosario itu seperti dua orang
yang saling mengasihi yang setiap kali saling mengucapkan: "Aku
mengasihimu"…
Karena
Rosario dirangkai -terutama dan pada hakekatnya- dari Doa Yesus dan
Salam Malaikat, yaitu Bapa Kami dan Salam Maria, maka tanpa ragu-ragu
kita mengakui doa itu sebagai doa utama sekaligus devosi utama umat
beriman. Doa itu telah dipakai berabad-abad lamanya semenjak zaman para
rasul dan murid-murid hingga sekarang ini.
Namun
baru pada tahun 1214, Gereja menerima dan mengakuinya dalam bentuknya
yang sekarang ini, serta mendaraskannya menurut metode yang kita pakai
sekarang ini. Doa ini diwariskan kepada Gereja oleh St. Dominikus,
pendiri Ordo Para Pengkotbah, yang menerimanya langsung dari Bunda
Perawan Terberkati sebagai sarana yang ampuh untuk mempertobatkan kaum
bidaah Albigensia dan pendosa-pendosa lainnya. Sehubungan dengan itu
saya mau menceritakan kepada anda kisah St. Dominikus menerima Rosario
Suci itu. Kisah ini ditemukan di dalam buku termasyhur Beato Alan de la
Roche berjudul De Dignitate Psalterii.
Menyadari
bahwa gawatnya dosa-dosa umat merintangi pertobatan kaum bidaah
Albigensia, Santo Dominikus mengasingkan diri ke sebuah hutan dekat kota
Toulouse. Di sana ia berdoa tak henti-hentinya selama tiga hari tiga
malam. Selama itu, ia tidak berbuat apa-apa selain berdoa sambil
menangis, dan dengan tekun mengusahakan penebusan dosa demi meredakan
kemurkaan Allah yang Mahakuasa. Ia berdoa dan bermatiraga dengan
pengendalian diri yang sungguh-sungguh sehingga badannya menjadi lemah
dan rapuh. Akhirnya ia jatuh sakit parah. Pada saat itulah Bunda Maria,
didampingi oleh tiga malaikat, menampakkan diri kepadanya dan berkata:
"Dominikus yang terkasih! Tahukah engkau senjata ampuh yang dipakai
Tritunggal Mahakudus untuk membaharui dunia ini?" Jawab Santo Dominikus,
"Oh, Ibu, engkau tahu senjata itu jauh melebihi saya, karena di samping
Puteramu Yesus Kristus, engkau sudah selalu menjadi sarana utama
keselamatan kami." Lalu Bunda Maria menjawab: "Aku mau engkau mengetahui
bahwa dalam peperangan semacam ini, alat pelantak yang ampuh itu ialah Salam Malaikat,
yang merupakan batu fundasi Perjanjian Baru. Oleh karena itu, kalau
engkau mau menemui jiwa-jiwa kaum beriman yang bersikap keras, dan
memenangkan mereka bagi Allah, wartakanlah mazmurku."
Dominikus
merasa terhibur lalu bangun. Terbakar oleh semangatnya untuk
mempertobatkan orang-orang di daerah itu, ia mendirikan sebuah katedral.
Pada suatu hari, malaikat-malaikat yang tak kelihatan membunyikan
lonceng-lonceng untuk mengumpulkan orang-orang di daerah itu. Lalu
Dominikus mulai berkhotbah kepada mereka.
Pada awal khotbahnya terdengar letusan halilintar yang menggemparkan,
bumi bergoncang, matahari tak bersinar, dan guntur serta halilintar
menggelegar sambung-menyambung membuat semua orang ketakutan. Mereka
semakin takut tatkala memandang gambar Bunda Maria mengangkat tangannya
ke surga sebanyak tiga kali untuk menurunkan murka Allah atas mereka
apabila mereka tidak mau bertobat, tidak mau merobah hidup mereka, dan
tidak mau mencari perlindungan dari Bunda Allah yang kudus.
Dengan
cara ajaib ini Tuhan bermaksud menyebarluaskan devosi baru kepada
Rosario Suci, dan membuatnya lebih dikenal oleh semua orang. Karena doa
Dominikus, halilintar itu mulai reda berangsur-angsur, sehingga ia dapat
melanjutkan kotbahnya. Dengan tegas dan mendesak, ia menjelaskan nilai
dan pentingnya rosario suci sehingga hampir semua orang Toulouse
memeluknya dan berjanji untuk meninggalkan kepercayaan mereka yang
salah. Dalam waktu yang begitu singkat terjadilah perubahan besar di
kota itu. Umat mulai menghayati kehidupan Kristiani, dan menghentikan
kebiasaan-kebiasaan buruk mereka.
(Sumber: “Rahasia Rosario”, judul asli: The Secret of the Rosary by St Louis-Marie Grignion de Montfort, diterjemahkan oleh B. Mali, Penerbit Obor)
7 OKTOBER : PESTA SANTA PERAWAN MARIA RATU ROSARIO
Pada
tanggal 7 Oktober 1571 terjadi suatu pertempuran armada laut yang
dahsyat di Laut Tengah, dekat pantai Yunani. Tempat itu disebut Lepanto.
Turki memiliki angkatan laut yang paling kuat di bawah pimpinan
Halifasha. Sebelum pertempuran ini, Turki telah menyerang semua
pelabuhan Katolik di Eropa. Paus Pius V
yang pada waktu itu duduk di Tahta St. Petrus di Roma menyerukan supaya
semua orang Katolik di Eropa bersatu dan bertahan terhadap serangan
armada Halifasha. Kemudian Paus menunjuk Don Yuan dari Austria menjadi
komandan armada gabungan Eropa yang akan menghadapi armada Turki.
Don
Yuan terkenal memiliki devosi yang sangat kuat kepada Bunda Maria.
Ketika tentara Katolik naik ke kapal untuk diberangkatkan ke medan
perang, mereka masing-masing diberi rosario di tangan kanan, sementara
tangan kiri mereka memegang senjata. Paus yang menyadari armada ini
tidak ada artinya dibandingkan dengan armada Turki yang jumlahnya tiga kali lipat, meminta agar seluruh penduduk Eropa berdoa rosario. Di mana-mana orang berdoa rosario selama 24 jam terus-menerus.
7
Oktober 1571 pukul 11.30 kedua armada itu mulai bertempur dengan
dahsyat hingga baru berakhir keesokan harinya pukul 5.30 sore. Mukjizat
terjadi di sana. Ketika pertempuran sedang berlangsung sengit, tiba-tiba
angin berubah arah sehingga menguntungkan pihak armada Katolik. Armada
Turki berhasil dikalahkan. Halifasha mati terbunuh. Karena kemenangan
rosario ini, maka tanggal 7 Oktober ditetapkan sebagai Hari Raya
Rosario.
15 JANJI BUNDA MARIA BAGI MEREKA YANG SETIA BERDOA ROSARIO
1. Mereka yang dengan setia mengabdi padaku dengan mendaraskan Rosario, akan menerima rahmat-rahmat yang berdaya guna.
2. Aku menjanjikan perlindungan istimewa dan rahmat-rahmat terbaik bagi mereka semua yang mendaraskan Rosario.
3. Rosario
akan menjadi perisai ampuh melawan neraka. Rosario melenyapkan
sifat-sifat buruk, mengurangi dosa dan memenaklukkan kesesatan.
4. Rosario
akan menumbuhkan keutamaan-keutamaan dan menghasilkan buah dari
perbuatan-perbuatan baik. Rosario akan memperolehkan bagi jiwa belas
kasihan melimpah dari Allah, akan menarik jiwa dari cinta akan dunia dan
segala kesia-siaannya, serta mengangkatnya untuk mendamba hal-hal
abadi. Oh, betapa jiwa-jiwa akan menguduskan diri mereka dengan sarana
ini.
5. Jiwa yang mempersembahkan dirinya kepadaku dengan berdoa Rosario tidak akan binasa.
6. Ia
yang mendaraskan rosario dengan khusuk, dengan merenungkan
misteri-misterinya yang suci, tidak akan dikuasai kemalangan. Tuhan
tidak akan menghukumnya dalam keadilan-Nya, ia tidak akan meninggal
dunia tanpa persiapan; jika ia tulus hati, ia akan tinggal dalam keadaan
rahmat dan layak bagi kehidupan kekal.
7. Mereka yang memiliki devosi sejati kepada Rosario tidak akan meninggal dunia tanpa menerima sakramen-sakramen Gereja.
8. Mereka
yang dengan setia mendaraskan Rosario, sepanjang hidup mereka dan pada
saat ajal mereka, akan menerima Terang Ilahi dan rahmat Tuhan yang
berlimpah; pada saat ajal, mereka akan menikmati ganjaran pada kudus di
surga.
9. Aku akan membebaskan mereka, yang setia berdevosi Rosario, dari api penyucian.
10. Putera-puteri Rosario yang setia akan diganjari tingkat kemuliaan yang tinggi di surga.
11. Kalian akan mendapatkan segala yang kalian minta daripadaku dengan mendaraskan Rosario.
12. Aku akan menolong mereka semua yang menganjurkan Rosario Suci dalam segala kebutuhan mereka.
13. Aku
mendapatkan janji dari Putra Ilahiku bahwa segenap penganjur Rosario
akan mendapat perhatian surgawi secara khusus sepanjang hidup mereka dan
pada saat ajal.
14. Mereka semua yang mendaraskan Rosario adalah anak-anakku, saudara dan saudari Putra tunggalku, Yesus Kristus.
15. Devosi kepada Rosarioku merupakan pratanda keselamatan yang luhur.
Dikutip dari : yesaya.indocell.net
0 komentar:
Posting Komentar