| Bayi Yesus di Basilika St. Petrus Vatikan |
Sahabatku terkasih,
Seperti
kalian ketahui, kita semakin dekat dengan hari ulang tahun-Ku. Setiap
tahun ada suatu perayaan khusus demi menghormati-Ku, dan Aku pikir tahun
ini perayaan ini juga akan dirayakan.
Pada
masa ini banyak orang berbelanja hadiah-hadiah, banyak iklan-iklan di
radio dan televisi, dan di segenap penjuru dunia orang berbicara
mengenai hari ulang tahun-Ku yang semakin menjelang.
Sungguh menyenangkan tahu bahwa, setidaknya setahun sekali, orang berpikir tentang Aku.
Seperti kalian tahu, perayaan hari ulang tahun-Ku dimulai bertahun-tahun yang silam.
Pada
awalnya, orang tampaknya mengerti dan mengucap syukur atas segala yang
telah Aku lakukan bagi mereka, tetapi pada masa sekarang, tak seorang
pun tampaknya tahu alasan perayaan ini.
Sanak
saudara, teman dan sahabat, berkumpul bersama dan bergembira ria,
tetapi mereka tak mengerti makna perayaan. Aku ingat, tahun lalu ada
suatu perayaan besar demi menghormati-Ku. Meja perjamuan penuh dengan
sajian makanan yang lezat, kue-kue, buah-buahan, beraneka macam permen
dan coklat. Dekorasinya sungguh indah menawan, dan ada banyak…banyak
sekali hadiah-hadiah yang dibungkus cantik.
Tetapi, adakah kalian tahu? Aku tidak diundang.
Aku adalah tamu kehormatan dan mereka bahkan tidak ingat untuk mengirimi-Ku undangan.
Pesta
itu untuk-Ku, tetapi ketika hari besar itu datang, Aku dibiarkan di
luar; mereka menutup pintu di depan muka-Ku … padahal Aku begitu ingin
bersama mereka, duduk dan makan bersama mereka.
Sesungguhnya,
hal itu tidaklah mengejutkan-Ku, sebab beberapa tahun belakangan ini,
semuanya menutup pintu bagi-Ku. Karena tak diundang, Aku memutuskan
untuk ikut dalam pesta tanpa menarik perhatian. Aku masuk dan berdiri di
pojok.
Mereka
semuanya minum-minum; sebagian bahkan mulai mabuk dan melontarkan
gurauan-gurauan dan menertawakan segala sesuatu. Sungguh, mereka
riang-ria dalam pesta-pora.
Di
puncak acara, seorang tua yang besar dan gendut berpakaian serba merah,
berjanggung putih panjang, memasuki ruangan sembari berseru Ho-Ho-Ho!
Tampaknya ia mabuk. Ia duduk di atas sofa dan anak-anak berlarian
menyonsongnya, seraya berseru, “Santa Claus, Santa Claus”; seolah pesta
ini untuknya!
Tengah
malam semua saling berpelukan satu sama lain. Aku juga merentangkan
tangan-Ku berharap seorang memeluk-Ku. Dan tahukah engkau, tak seorang
pun datang untuk memberi-Ku pelukan.
Lalu,
mereka mulai membagi-bagikan hadiah. Mereka membuka kado masing-masing
dengan penuh rasa ingin tahu. Ketika semuanya telah mendapatkan bagian,
Aku mencari-cari, mungkin, ada satu hadiah untuk-Ku. Bagaimanakah
gerangan perasaanmu ketika pada hari ulang tahunmu semua orang saling
berbagi hadiah sementara engkau sendiri tidak mendapatkan apapun?
Sebab itu, Aku mengerti bahwa Aku tidak dikehendaki dalam pesta itu, dan Aku pun meninggalkan pesta diam-diam.
Setiap tahun, keadaannya semakin parah. Orang hanya ingat hadiah, pesta, makan dan minum; tak seorang pun ingat akan Aku.
Aku rindu Natal ini engkau membiarkan-Ku masuk dalam hidupmu.
Aku
rindu engkau mengenali kenyataan bahwa lebih dari duaribu tahun yang
lalu, Aku datang ke dalam dunia demi memberikan nyawa-Ku bagi kalian, di
salib, demi menyelamatkan kalian.
Hari ini, Aku rindu kalian meyakini hal ini dengan segenap hati.
Aku
rindu berbagi dengan kalian. Karena begitu banyak orang tak hendak
mengundang-Ku ke pesta mereka, maka Aku akan menyelenggarakan pesta-Ku
sendiri, suatu pesta agung seperti yang tak pernah dibayangkan orang,
suatu pesta yang spektakuler. Sekarang Aku sedang melakukan
persiapan-persiapan terakhir.
Hari
ini Aku mengirimkan banyak undangan, juga untukmu. Aku rindu mengetahui
apakah engkau bermaksud datang. Aku akan menyediakan tempat bagimu dan
menuliskan namamu dengan huruf-huruf emas dalam buku tamu-Ku.
Hanya mereka yang ada dalam daftar tamu akan diundang ke pesta.
Mereka
yang tidak menjawab undangan ini akan tinggal di luar. Bersiaplah,
sebab ketika semuanya telah siap, engkau akan menjadi bagian dari pesta
agung-Ku.
Sampai jumpa. Aku mencintaimu!
Tertanda,
Yesus
Diperkenankan mengutip / menyebarluaskan artikel di atas dengan mencantumkan: “diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya”
0 komentar:
Posting Komentar